SEJARAH AKSARA JAWA (PART 02)

immawan 05 November 2019 04:39:17 WIB

SIDASAMEKTA KEPEKSastra Sarimbangan itu, antara lain terdapat dalam manuskrip Serat Aji Saka, pupuh VII- Dhandhanggula bait 26 dan 27 sebagai berikut :

Dora goroh ture werdineki (Dora bohong ucapannya yakin)
Sembada temen tuhu perentah (Sembada jujur patuh perintah)
Sun kabranang nepsu ture (Ku emosi marah ucapannya)
Cidra si Dora iku (Ingkar si Dora itu)
Nulya Prabu Jaka angganggit (Lalu Prabu Jaka Menganggit)
Anggit pinurwa warna (Anggit dibuat macam)
Sastra kalih puluh (Sastra dua puluh) Kinarya warga lelima (Dibuat warga lelima)
Wit Ha-na-ca-ra-ka sak warganeki (Dari Ha-na-ca-ra-ka itu sewarganya)
Pindho Da-ta-sa-wala (Dua Da-ta-sa-wala)
Yeku sawarga ping tiganeki (Yaitu sewarga ketiganya)
Pa-dha-ja-ya-nya ku suwarganya (Pa-dha-ja-ya-nya sewargane)
Ma-ga-ba-tha-nga ping pate (Ma-ga-ba-tha-nga keempatnya)
Iku sawarganipun (itulah sewarganya)
Anglelima sawarganeki (Lima-lima satu warganya)
Ran sastra sarimbangan (Nama sastra sarimbangan)
Iku milanipun (Itulah sebabnya)
Awit ana sastra Jawa (Mulai ada huruf Jawa)
Wit sinungan sandhangan sawiji-wiji (Mulai diberi harakat satu per satu)
Weneh-weneh ungelnya (Macam-macam lafalnya)


Teks diatas mirip teks yang terdapat dalam Manikmaya jilid II (Panambangan 1981 : 385) kemudian untuk memberikan kesan yang menarik lagi bagi anak-anak yang sedang belajar aksara ha-na-ca-ra-ka, dalam Lajang Hanatkaraka jilid I dan II ( Dharmabrata, 1948:10-11 : 1949:65-66 ) dihiasi dengan gambar kisah Dora dan Sembada. Hiasan yang menggambarkan kisah kedua tokoh itu menandai lahirnya ha-na-ca-ra-ka. Tidak dapat dipungkiri bahwa legenda Aji Saka hingga beberapa generasi mengilhami dan bahkan mengakar dalam alam pikiran masyarakat Jawa. Dikatakan oleh Suryadi (1995: 74-75 ) bahwa mitologi Aji Saka masih mengisi alam pikiran abstraksi generasi muda etnik Jawa yang kini berusia tiga puluh tahun keatas. Fakta pemikiran tersebut menjadi bagian dari kerangka refleksi ketika mereka menjawab perihal asal-usul huruf Jawa yang berjumlah dua puluh.
 
Sejarah Aksara Jawa: Part 01 | Part 03 | Part 04 | Part 05 | Part 06
Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung

Terjemahan

Polling Web Kepek

Bagaimana menurut anda informasi dari website Kepek?
Sangat memuaskan, Lanjutkan
Memuaskan Saja
Memuaskan, Tingkatkan
Tidak Memuaskan
Create free online surveys

wa

Fanspage FB

Lokasi Kepek

tampilkan dalam peta lebih besar